Rabu, 17 Juli 2013

INTERAKSI SOSIAL ASOSIATIF DAN DISOSIATIF




INTERAKSI SOSIAL 

ASOSIATIF
cenderung berkelanjutan


DISOSIATIF
Interaksi disosiatif merupakan bentuk interaksi sosial yang menghasilkan suatu perpecahan. Ada beberapa bentuk proses sosial disosiatif, antara lain kontravensi, persaingan (competition), dan pertentangan atau konflik.
  1. Kontravensi
kontravensi adalah proses sosial yang berada diantara persaingan dan pertentangan/konflik. Kontravensi terwujud dengan adanya sikap tidak senang, rasa benci atau keragu-raguan, baik secara jelas maupun tersembunyi terhadap orang-orang atau unsur-unsur kebudayaan golongan tertentu tanpa menimbulkan perpecahan atau pertentangan. Misalnya saja aksi Golput dalam pemilu.
  1. Persaingan (Competition)
Persaingan atau kompetisi merupakan suatu proses sosial dimana individu-ndividu saling bersaing untuk mencari keuntungan dalam bidang-bidang kehidupan dengan cara menarik perhatian publik tanpa menggunakan ancaman atau cara-cara kekerasan. Persaingan dapat dilakukan dengan cara perorangan (Rivalry) ataupun secara kelompok (misalnya, antara dua kelompok perusahaan besar yang bersaing untuk memenangkan tender). Ada beberapa bentuk persaingan yang terjadi di masyarakat, yaitu sebagai berikut :
1.       Persaingan ekonomi, Persaingan kebudayaan, Persaingan kedudukan/peran,Persaingan ras
Persaingan atau kompetisi memiliki beberapa fungsi positif, antara lain seperti berikut ini.
  1. Menyalurkan daya kreatifitas dan daya juang yang dinamis
  2. Sebagai alternatif untuk menyalurkan keinginan-keinginan masyarakat
  3. Mengadakan seleksi agar dapat menempatkan individu sesuai dengan kedudukan, peran serta kemampuan
  1. Pertentangan (konflik)
Konflik adalah suatu proses sosial dimana individu atau kelompok berusaha untuk memenuhi tujuannya dengan cara menentang pihak lawan dengan menggunakan ancaman atau cara-cara kekerasan. Sebab-sebab munculnya pertentangan, antara lain :
  1. Perbedaan pendapat, pendirian atau perbedaan perasaan antar individu
  2. Perbedaan kebudayaan
  3. Perbedaan kepentingan dan
  4. Perubahan sosial